Agar terlepas dari penat dan tidak menjadi stress karena rutinitas sehari-hari, setiap orang membutuhkan rekreasi. Bukan hanya sekadar menonton, jalan-jalan atau wisata kuliner saja, banyak orang memilih untuk melancong ke berbagai tempat yang ingin dikunjunginya. Berwisata memang menyenangkan. Selain bermanfaat untuk menyegarkan jiwa, melancong kerap berguna untuk menambah wawasan seputar kearifan lokal, bahasa, budaya, agama dan tentunya untuk menyatu dengan alam
Dewasa ini, wisata sudah banyak ragamnya dan luas cakupannya, seperti wisata spiritual dan dark tourism yang mengkhususkan para wisatawannya untuk berkunjung dan melihat sisi kelam dari sebuah tempat bersejarah. Meski demikian, memang dibutuhkan dana yang tidak sedikit untuk berwisata. Apalagi jika Anda hendak melakukannya bersama pasangan, sahabat dan atau dengan keluarga. Otomatis anggarannya pun berlipat ganda. Itulah sebabnya mengapa banyak dari orang Indonesia yang tidak begitu memprioritaskan asuransi perjalanan, untuk memperketat biaya.
Padahal, asuransi perjalanan bermanfaat untuk memberikan perlindungan untuk Anda yang melakukan perjalanan. Seperti diketahui, travel insurance akan menanggung risiko yang mungkin terjadi saat Anda sedang berwisata—baik itu perjalanan dalam negeri maupun luar negeri. Segala hal tak terduga bisa saja terjadi saat siapapun melakukan perjalanan, seperti sakit, kecelakaan dan kematian. Bahkan ada juga travel insurance yang mengganti kerugian karena jadwal penerbangan diundur/ delay, keterlambatan bagasi, kehilangan barang baik akibat pencurian di pesawat maupun sebab lain yang bisa saja terjadi yang menyebabkan kematian dan juga kehilangan dokumen.
Meski demikian, perlu diketahui bahwa asuransi perjalanan tidak menanggung kerugian yang berhubungan dengan kasus terorisme, penggunaan obat terlarang, penyakit AIDS dan kerusuhan politik.
Sebagaimana diketahui, negara-negara maju di Eropa mewajibkan wisatawan asing memiliki asuransi perjalanan sebelum berwisata. Ini berbanding kontras jika melihat fakta bahwa kebanyakan turis Indonesia masih belum banyak yang memilikinya. Kemungkinan besar, ini dikarenakan para traveler domestik kerap terkendala biaya asuransinya. Kisaran harga preminya sendiri dimulai dari Rp 400.000 hingga puluhan juta Rupiah dan ini masih bisa disesuaikan, tergantung dari lamanya perjalanan.
Faktor lain yang mempengaruhi biaya asuransi adalah usia. Semakin lanjut usia seseorang saat berpergian, maka semakin besar pula harga polis asuransinya. Ini dikarenakan orang usia lanjut lebih rentan terkena penyakit ketimbang yang usianya masih muda. Kabar baiknya, beberapa perusahaan asuransi menyediakan kemudahan bagi para traveler. Saat ini sudah banyak paket asuransi yang harga preminya cukup terjangkau, yakni Rp 10.000 per hari hingga Rp 40.000 per hari—tergantung perjalanannya, apakah domestik atau mancanegara.
Tersedianya paket asuransi perjalanan dengan harga yang ramah di kantong ini tentu akan membuat perjalanan Anda lebih aman, tenang dan menyenangkan tanpa perlu mengkhawatirkan hal-hal buruk yang berkenaan dengan keselamatan. Ada pun untuk paket asuransi seperti ini tidak dibayarkan secara rutin setiap hari, melainkan hanya dibayarkan pada saat berwisata saja. Yang pasti, perlu diketahui bahwa setiap produk asuransi menawarkan benefit dan fasilitas yang berbeda. Itulah sebabnya Anda perlu mempelajarinya terlebih dahulu secara rinci dengan teliti sebelum memutuskan untuk membelinya. Dan biasanya, asuransi yang dikelola oleh perusahaan lokal dalam negeri jauh lebih murah bila dibandingkan dengan perusahaan asuransi luar negeri.
Berikut adalah tips untuk memilih asuransi perjalanan yang tepat untuk Anda dan keluarga ketika berwisata.




